Mari Mulai Merajut!

by Dee

Halo,
Selamat datang untuk semua yang memutuskan untuk mulai belajar merajut. Seperti yang dijelaskan di Sejarah Crochet, merajut di blog ini adalah KHUSUS untuk crochet dan bukan knitting–alias haken dan bukan breien. Dalam tulisan ini, saya akan berusaha sharing pengalaman belajar merajut sejak SMP.

Jaman baheula, saat saya masih SMP, merajut dipilih oleh guru kesenian sebagai skill tambahan dalam kelas Ketrampilan. Bu Hesti keukeuh bahwa satu kelas ini harus bisa merajut boks tissue–yang sekarang sudah entah di mana. Hidup berjalan dan saya pun lupa dengan skill ini. Sama sekali tidak ada periode menyentuh benang rajut hingga saya kuliah. Pelan-pelan mengingat pelajaran jaman SMP ternyata sulit. Eh tapi, masa kini ada YouTube sehingga saya pikir saya tidak perlu ikut les-les segala (baca: malas; malas gerak dan malas bayar).

Dari pengalaman saya mempelajari kembali skill merajut ini dan kemudian menekuninya sebagai hobi permanen, ada beberapa hal yang dibutuhkan:

Kemauan dan kesabaran

Ini jelas penting sekali terutama untuk merajut. Bagi saya, untuk orang-orang yang tidak sabaran atau tidak tahan duduk lama melakukan stitch berulang, jangan pilih hobi merajut. Mungkin lebih baik pilih fotografi atau skateboarding atau mountain hiking.

Merajut jelas membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan kemauan untuk menghafal. Apa saja yang harus dihafal? Stitch adalah hal utama yang membentuk pola rajutan. Dari stitch yang mudah hingga yang rumit, banyak sekali macamnya. Kembali saya ingatkan bahwa masa kini sudah ada Pinterest, YouTube, dan Ravelry, serta situs-situs kerajinan tangan lainnya yang menawarkan berbagai macam pola dengan segala tingkat kesulitan.

Perlengkapan

Sudah makin mantap ingin menekuni hobi merajut? Saatnya untuk melengkapi peralatan dan perlengkapannya. Apa saja sih yang dibutuhkan? 

  • Benang: TENTUNYA. Berbagai macam jenis benang tersedia di masa modern ini yang bikin iri eyang-eyang dulu. Untuk info lebih lanjut tentang jenis benang, silakan klik tautan ini (link). 
  • Hakpen, jarum rajut >> biasa disebut crochet hook. Alat ini mempunyai berbagai macam ukuran yang wajib mesti kudu harus disesuaikan dengan ukuran benang yang akan kita pakai untuk merajut. Misalnya: akan merajut dengan benang kecil, ada baiknya menggunakan hakpen yang ukurannya kecil juga. Sebetulnya bisa saja menggunakan hakpen yang lebih besar ukurannya jika kita ingin membuat pola yang lebih lacy. Namun jarang sekali disarankan menggunakan hakpen yang tidak sesuai dengan ukuran benang. Sebaliknya juga, jika akan menggunakan benang berukuran besar tapi malah memakai hakpen berukuran kecil, niscaya benang akan pecah dan ruwet dan bikin mumet, lalu batal merajut. 
  • Gunting. Nah, ini adalah benda pelengkap. Saya berusaha untuk sangat mengurangi pemakaian gunting dalam proses merajut kecuali sudah tidak terhindarkan. Misalnya: benang tetiba ruwet kusut dan saya terlalu bete untuk mengurainya. Atau… pola yang saya sedang buat membutuhkan beberapa warna. Untuk kasus ini sekarang ada tekniknya untuk tidak menggunting benang, jadi belum tentu saya perlu sekali dengan hadirnya gunting. 
  • Stitch markers. Barang ini adalah juga benda pelengkap tapi lebih penting dibandingkan gunting. Terjemahan bebasnya adalah penanda tusukan. Fungsinya adalah untuk menandai stitch mana saja sesuai dengan pola yang sedang dikerjakan, menandai bagian awal suatu round, atau sangat berguna sekali dalam proses merajut baju atau tas.
  • Jarum tumpul. Ada orang-orang yang suka menggunakan jarum tumpul untuk menyelipkan sisa-sisa benang setelah project rajutannya selesai (darning). Saya? Saya jarang sekali menggunakan jarum tumpul, sebab saya menggunakan teknik as-you-go yang tidak perlu untuk melakukan darning.

Tips untuk Pemula

  1. Tahan dulu nafsunya untuk beli benang yang mahal saat baru ingin belajar merajut. Percaya deh, akan mewek kalau benangnya rusak dalam periode proses belajar. Ada produk-produk murah meriah yang nyaman digunakan untuk belajar merajut. Saatnya promo: Tjandoe Radjoet menyediakan benang untuk pemula yaitu katun. 
  2. Mulailah dengan belajar mengenali macam-macam stitch dalam merajut. Dalam hal ini ukuran benang yang besar akan membantu mata dengan mudah melihat stitch. Please, jangan sekali-kali mulai dengan benang kecil karena akan sangat bikin bete.
  3. Sabar. Jari-jari tangan pasti kaku dan stres saat pertama kali pegang hakpen dan benang. Ulangi terus stitch yang sedang dipelajari hingga mahir dan paham dan sudah tidak perlu pause video tutorial di YouTube.
  4. Biasakan membaca instruksi pola dengan teliti. Saya dulu sering sok tau dan berasa udah bisa tanpa harus lihat pola. Perilaku sombong ini mengakibatkan project rajutan harus dibongkar karena ada stitch yang salah dan merusak pola.
  5. Biasakan juga membaca keterangan tentang benang dan hakpen yang dibeli atau dimiliki. Begitu banyaknya jenis dan model benang rajut dan perkakas rajut lainnya, tidak ada yang bisa bikin library saklek untuk memuat segala jenis benang di dunia ini.
  6. Plis banget, plis banget jangan selalu tergoda sama pola-pola keren di Pinterest. Ini sesat! Hahaha. Ya, betul pola-pola ini semua keren-keren. Tapi ingat, kita baru mau belajar. Fokus dulu memahirkan jemari dengan stitch dasar.
  7. Jangan minder, jangan menyerah. So what kalo baru bisa bikin syal yang lurus-lurus aja? Setidaknya jemari sudah mahir dengan pola yang menggunakan stitch dasar. Percaya deh, kalau sudah bisa stitch dasar, bebas banget mau mengerjakan pola manapun sesulit apapun. 

Rekomendasi YouTube Channel

Channel yang nyaman untuk pemula:

  1. Bella Coco
  2. I Heart Stitching by Melanie Ham
  3. Crochet Guru
  4. Hopeful Honey

Demikian sedikit pengantar untuk yang ingin mulai belajar merajut. Mudah-mudahan bisa membantu, jika ada yang terlewat mohon dimaafkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More